Minggu, 31 Desember 2023

Prilly Latuconsina, Perempuan Mandiri yang Menginspirasi Lewat Karya dan Kemandiriannya

 

(Foto: ALONESIA)

Penulis: Dhe Liana Futri
Editor: Diva Saputra Ahmad Setiawan

Sukabumi, Suara Perempuan- Prilly Latuconsina, nama yang tak asing di dunia hiburan, tidak hanya dikenal sebagai artis berbakat, tetapi juga sebagai perempuan mandiri yang mengukir prestasi melalui karya dan kemandiriannya.

Sejak awal karier di dunia hiburan, Prilly telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengembangkan bakatnya. Keberhasilannya dalam berbagai proyek film, sinetron, dan dunia tarik suara menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan dapat diraih melalui kerja keras dan determinasi.

Selain di dunia hiburan, Prilly juga merintis karier sebagai wirausahawan. Keterlibatannya dalam berbagai bisnis membuktikan bahwa dia bukan hanya mengandalkan popularitasnya sebagai artis, tetapi juga memiliki kecerdasan bisnis dan semangat kewirausahaan.

Prilly Latuconsina juga menjadi sosok inspiratif dalam hal kemandirian. Dia terus mengadvokasi nilai-nilai seperti kebebasan berekspresi dan memberikan dukungan kepada wanita untuk mengejar impian mereka. Keberaniannya dalam menghadapi tantangan dan mengeksplorasi berbagai bidang menciptakan pola pikir bahwa wanita dapat menjadi pemimpin dalam berbagai lapisan masyarakat.

Melalui media sosialnya, Prilly aktif berbagi kisah hidupnya, memotivasi penggemarnya untuk percaya pada diri sendiri dan mengambil kendali atas kehidupan mereka. Dalam setiap langkahnya, Prilly Latuconsina tidak hanya menjadi contoh wanita mandiri di dunia hiburan, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak perempuan untuk menggapai impian mereka dengan penuh keyakinan.

Kisah Prilly Latuconsina bukan hanya tentang kesuksesan profesional, tetapi juga tentang semangat dan kegigihan seorang wanita mandiri yang terus berinovasi dan berkembang. Dengan perjalanan yang terus menarik ini, Prilly tidak hanya meraih kesuksesan pribadi, tetapi juga membawa semangat positif kepada generasi muda untuk menggapai impian mereka tanpa terbatas oleh gender atau stereotip.

Jumat, 29 Desember 2023

Ragam Model Pemakaian Kerudung pada Perempuan

 



Hai sobat perempuan, jika melihat gambar di atas, apasih yang terbesit dalam benak pikiran kalian? Yu ramaikan dalam kolom komentar

Selasa, 26 Desember 2023

Tanggal 22 Desember Diperingati sebagai Hari Ibu: Yu Ketahui Seputar Hari Ibu

(Foto: Canva)

Penulis: Sulistina, Salwa
Editor: Diva Saputra Ahmad Setiawan

Sukabumi, Suara Perempuan-Apakah kalian tahu alasan kita merayakan Hari Ibu di tanggal 22 Desember? padahal makna sebenarnya di Hari Ibu itu bukan hanya sekedar merayakan sosok yang melahirkan kita. Lantas apakah kalian pernah bertanya-tanya awal mula kita merayakan hari ibu?

Semuanya berawal dari peristiwa sejarah Indonesia. Sejarah penetapan Hari Ibu yang jatuh pada setiap tanggal 22 Desember, mengacu pada Kongres Perempuan I yang dilaksanakan pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Namun, peringatan Hari Ibu baru disepakati pada Kongres Perempuan III pada tanggal 22 Desember tahun 1938 di Bandung. Dan pada tahun 1959, Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959 menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional bukan Hari Libur Nasional. Dalam peringatan Hari Ibu pada tahun 1965, Presiden Soekarno menegaskan bahwa “Perempuan adalah tiang Negara”. Oleh sebab itu, perempuan diharapkan bersatu agar Indonesia tetap kuat.

Makna hari Ibu Nasional yang sesungguhnya selain sebagai rasa hormat dan ucapan terima kasih terhadap peran dan jasa para ibu, juga sebagai bentuk apresiasi kepada kaum perempuan Indonesia yang sudah memperjuangkan hak-haknya sampai detik ini. Sosok ibu sangatlah berarti dan luar biasa. Karena, Ibu merupakan seorang pendidik pertama bagi anak-anaknya. Dan peran ibu sampai kapanpun tidak akan pernah tergantikan dengan siapapun. Dengan berbagai macam perjuangan dan kasih sayangnya, ia rela mempertaruhkan nyawa demi melahirkan anaknya. Sosok Ibu juga di sebut sebagai perempuan tangguh karena ia mampu merawat dari bayi hingga tumbuh dewasa. Ibu akan selalu menjadi tempat curhat dan keluh kesah anak-anaknya, mengeluh di saat anaknya merasakan betapa kerasnya dunia. Dan Ibu selalu menyemangati apapun proses dan pencapaian anak-anaknya. Meski harapan yang ia inginkan tidak tercapai, Ibu akan tetap selalu menerima dan terus memberikan apresiasi pada anaknya untuk tidak putus asa dan mau melanjutkan proses yang anaknya ingin ia capai demi kesuksesan hidupnya.

Jadi, di balik tanggal 22 Desember yang selalu kita peringati sebagai Hari Ibu terdapat makna perjuangan para perempuan Indonesia. Untuk itu, sayangi Ibu mu selagi ia masih ada. Jangan mengecewakan dan membuat hati nya terluka dengan perkataan dan perbuatan yang kita lakukan. Sebelum nanti nya akan menjadi penyesalan di kemudian hari. Jika ibu mu sudah tiada, maka hal yang bisa di lakukan sebagai seorang anak yaitu dengan cara mendoakannya. Buat ia bangga dengan mewujudkan cita-cita dan impian mu untuk membuat ia tersenyum dengan semua pencapaian yang ingin kamu raih.

Kamis, 21 Desember 2023

Ada Perempuan Ada Wanita. Perbedaanya Apa Sih? Yu Ketahui

 

(Foto: depositphotos)
Penulis:Sulistina, Salwa
Editor: Diva Saputra Ahmad Setiawan

Sukabumi, Suara Perempuan- Hai sobat suara perempuan kalian tau gak nih apa perbedaan antara wanita dan perempuan? Yu ketahui perbedaannya

Pada setiap tanggal 8 Maret, masyarakat di berbagai belahan dunia memperingati International Women’s Day yang biasanya digunakan untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi wanita.
Sebenarnya kata “wanita” dan “perempuan” sering digunakan bergantian. Misalnya, dalam pengisian formulir, kadang ada laki-laki dan perempuan, serta pria dan wanita. Namun, kata “wanita” dan “perempuan” juga ada sejarahnya.

Wanita berasal dari frase bahasa Jawa yang berbunyi “Wani Ing Tata”. Artinya, “Berani Menata”. Makanya selalu banyak orang yang bilang kata “wanita” itu melambangkan penghormatan kepada wanita itu sendiri. Tapi, penggunaan kata “wanita” ini juga tidak lepas dari berbagai kritik. Karena dianggap lebih identik dengan ranah domestik seperti Ibu Rumah Tangga. Peneliti Lipi Wasisto Raharjo Jati di tulisan Wani Ing Tata, bilang bahwa ”kalau wanita dianggap berperan sebagai bagian dari kesempurnaan pria”.

penekanan peran wanita dalam ranah domestik inilah yang mungkin membuat pemerintah orde baru menormalisasi kata ini. Beda dengan kata “wanita”, kata “perempuan” lebih dianggap mewakili kemerdekaan perempuan itu sendiri. “Empu” dalam kata “perempuan” mempunyai arti sebagai tuan, ahli, atau induk. Makanya, kata ini lebih banyak digunakan pada era reformasi. Misalnya, Menteri Negara Urusan Peranan Wanita berubah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan. Ini supaya Legacy Dominasi laki-laki dari orde baru dapat terlepas di era reformasi.

Jumat, 15 Desember 2023

Yu Ketahui Tentang Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan di Sukabumi bersama Tim "Suara Perempuan"

 

Penulis: Sulistina, Salwa
Editor: Diva Saputra Ahmad Setiawan

Sukabumi, Suara Perempuan- Bapak Aditya dari bidang staf PKUG, Tindakan kekerasan kepada perempuan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh segolongan orang kepada perempuan, yang dimana tindakan tersebut merupakan tindakan yang sering terjadi salah satunya di Kabupaten Sukabumi. Salah satu bentuk nya adalah kekerasan terhadap perempuan, psikologi anak, ataupun kekerasan seksual terhadap anak. Berbicara mengenai kekerasan yang sering terjadi bukan hanya kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) saja, jika dilihat dari yang paling banyak terjadi di Kabupaten Sukabumi itu tindakan kekerasan seksualya, baik dari internal maupun eksternal.

Kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten sukabumi pada tahun 2022-2023 mengalami kenaikan tetapi tidak terlalu segnifikan dan bentuk kekerasan yang terjadinya tidak hanya satu jenis tapi beragam, seperti kekerasan seksual dan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), selain itu ada kekerasan yang dilakukan oleh warga luar negeri terhadap warga Indonesia yang bekerja di sana.

Tindakan kekerasan terhadap perempuan sangat banyak bentuknya, tetapi ada beberapa tindakan yang dianggap sudah biasa oleh Masyarakat, seperti tidakan kekerasan seksual, hal ini terjadi karena dari segi lingkungan keluarga saja banyak yang melakukan tindakan tersebut, contohnya seperti antara bapak dan anak, ibu dan anak dan lain sebagainya. Selain dari faktor keluarga, faktor lingkungan pun bayak memicu adanya kekerasan seksual, salah satunya dilingkungan sekolah, antara murid dan guru. Adanya UPTD dapat membantu menjangkau sikologi secara langsung mengenai kasus-kasus tersebut. Ketika terjadinya kasus kekerasan perempuan yang akan menangani pertama adalah operator SIGA (sistem informasi gender dan anak) dan SIGA itu akan memberikan penjangkauan secara langsung kemudian di laporkan kepada SIGA kabupaten sukabumi juga menggunakan yang Namanya REKON sitiasi data kekerasan yang mencakup 47 Kecamatan.

Faktor utama terjadinya tindakan kekerasan terhadap perempuan sangat luas, terlebih media sosial zaman sekarang sudah banyak bisa di akses oleh setiap kalangan seperti anak-anak yang masih berpendidikan. Banyak kasus kekerasan yang terjadi karena adanya media sosial, karena media sosial itu bersifat bebas sehingga hal ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya kekerasan seperti keekrasan seksual kepada anak-anak usia dini. Faktor selanjutanya yaitu, faktor lingkuangan dan pergaulan yang susah diminimalisir.

Cara menanggulangi kekerasan terhadap perempuan itu sendiri adalah dengan cara yang pertama, diberikan sosialisasi awal tentang bagaimana caranya menjaga hal-hal yang sensitif terutama perempuan, selanjutnya dengan memberikan pemberdayaan perempuan, seperti pelatihan-pelatihan agar dapat meminimalisir terjadinya kekerasan tersebut. Hal yang harus dilakukan ketika terjadi tindakan kekerasan terhadap perempuan adalah dengan memberikan sesuatu yang berbeda agar dapat teralihkan.

Rabu, 13 Desember 2023

Yu Ketahui Pendapat Kecantikan Perempuan Menurut Louise Ayu, Seorang Jurnalis Muda di Indonesia

(Foto: Instagram @louisyaw)

Penulis: Sulistina, Salwa
Editor: Diva Saputra Ahmad Setiawan

Sukabumi, Suara Perempuan- Hai sobat suara perempuan, pernahkah kalian merasa bahwa kita sebagai perempuan itu tidak cantik? Untuk menjawab kekhawatiran itu yu kita dengarkan apa yang diutarakan oleh salah satu jurnalis perempuan di Indonesia yaitu

Louise Ayu, ia merupakan seorang perempuan muda berusia 28 tahun yang sukses dalam bidang jurnalis. Menurutnya kecantikan itu merupakan sebuah anugerah tuhan yang diberikan kepada perempuan yang terlahir di dunia. Setiap Perempuan memiliki standar kecantikan nya masing-masing.

Menurutnya "seorang perempuan akan terlihat cantik ketika dia tahu dan yakin bahwa dirinya itu cantik. artinya kecantikan bisa hadir dan muncul ketika kita menganggap bahwa diri kita sebagai perempuan itu meman cantik" ungkapnya

Menurut jurnalis perempuan satu ini, menjadi cantik dan kaya itu penting. Mengapa demikian? Menurutnya “dengan kecantikan perempuan bisa mendapatkan power dan kekayaan, sementara dengan kekayaan itu sendiri perempuan bisa mendapatkan kecantikan dan juga power tersebut” ungkapnya

Sebagai jurnalis perempuan pasti akan ada yang namanya pengalaman buruk mengenai rasa percaya dirinya sebagai seorang perempuan. “Akan banyak orang di luar sana yang lebih cantik, lebih sukses, lebih baik bahkan lebih kaya dari diri kita sendiri, namun STOP, jangan memikirkan hal-hal seperti itu tapi fokuslah pada diri kita sendiri, percaya pada diri sendiri bahwa kita itu mampu dan bisa dan kita itu cantik. Selama kita hidup di dunia ini lakukanlah hal-hal yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan untuk orang lain disekitaran kita itu semua sudah cukup” ungkapnya

Berbicara soal penampilan dan fisik tidak ada habisnya, pengalaman selama Louise Ayu terjun dalam dunia jurnalis banyak yang namanya caci maki, karena tidak semua orang suka kepada kita. Louise Ayu pernah merasakan yang namanya di bully,dihina soal fisik badan yang gendut, hidung kurang mancung, pipi chuby, tapi hal itu harus kita kembalikan lagi kepada hal yang pertama, bahwa membicarakan tanggapan orang lain kepada kita itu tidak aka ada habisnya, lebih baik kita fokus terhadap diri sendiri dan percaya bahwa kita itu cantik.

Sebagai perempuan cantik dan berdaya, kehadiran Louise dalam dunia jurnalistik membuktikan bahwa kualitas dan kemampuannya tidak tergantung pada gender, tetapi ditentukan oleh semangat, kerja keras, dan dedikasi. Melalui karyanya di bidang jurnalistik, Louise menjadi inspirasi bagi perempuan lain untuk berani bermimpi besar dan mengejar karir yang mereka cintai.

Selasa, 12 Desember 2023

Sobat Suara Sudah Mengetahui Siapa Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia? Yu Ketahui Tentang Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia



     (Foto: Wikipedia)     
                                   
Penulis: Sulistina, Salwa
Editor: Diva Saputra Ahmad Setiawan

Sukabumi, Suara Perempuan- Hai sobat suara perempuan, kalian tau gak sih siapa tokoh jurnalis perempuan pertama di Indonesia?

Dia bernama Roehana Koeddoes. Ia merupakan jurnalis perempuan pertama di Indonesia yang menjadi simbol kesetaraan gender dan kebebasan berekspresi. Ia bahkan di sebut-sebut sebagai “Kartini dari Sumatera”. 

Roehana tumbuh di era ketika perempuan Indonesia tidak mendapat akses terhadap pendidikan formal. Dari situlah Roehana tergerak untuk mendirikan sekolah khusus perempuan untuk mengangkat drajat perempuan. Sampai pada akhirnya ia sukses mendirikan sekolah yang bernama “Kerajinan Amai Setia” pada 11 Februari 1911 yang fokus mengajarkan keterampilan seperti menulis, membaca, berhitung, menyulam dan menjahit.

Perjuangannya tak hanya sampai di situ. Demi menjalankan misi yang lebih mulia, ia menjadi seorang jurnalis yang berkontribusi besar dalam merintis surat kabar perempuan pertama yang bernama “Soenting Melajoe”. Sebagai seorang jurnalis, Roehana aktif menulis banyak artikel yang mendorong kaum perempuan untuk membela kesetaraan dan melawan kolonialisme. Bahkan beberapa di antara karyanya tersebut mendapatkan pengakuan secara nasional. Sebagai yang pertama, aksi Roehana ini menginspirasi perkembangan beberapa surat kabar perempuan Indonesia lainnya. Atas prestasinya, Roehana mendapatkan penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia dan Perintis Pers Indonesia. Sampai akhirnya pemerintah Indonesia menobatkannya sebagai pahlawan nasional pada 8 November 2019.

Sabtu, 09 Desember 2023

Tertarik Bergabung Duta Kampus UMMI? Yu Kepoin Seputar Duta Kampus UMMI


Penulis: Sulistina, Salwa
Editor: Zulfah Mubarokah, Viona Zelvia Rismana, Diva Saputra Ahmad Setiawan

Sukabumi, Suara Perempuan- Hello sobat Suara, ternyata duta kampus memiliki panggilan tersendiri loh antara laki-laki dan perempuan. Jadi panggilan untuk laki-laki itu Paduka dan panggilan untuk perempuan Buduka.

Ada dua Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMMI yang mengikuti Duta Kampus UMMI 2023. Dan sekarang sudah resmi menjadi anggota duta kampus di Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Yang pertama bernama Melati Fitri Insani dan yang kedua bernama Sinsin Nurhaliza Anugrah.

Kegiatan yang ada di duta kampus UMMI yaitu untuk mempromosikan Universitas Muhammadiyah Sukabumi dengan segala prestasinya, dan sering juga sebagai talent dan tamu dalam setiap ada acara-acara penting, juga sering di undang untuk mengikuti berbagai macam acara baik itu di kampus maupun di luar kampus. – Ungkap Melati Fitri Insani.

Motivasi saya mengikuti duta kampus UMMI yaitu karena dari awal saya melihat waktu sosialisasi duta kampus UMMI, saya seperti ada ketertarikan Kayaknya itu merupakan passion saya. Dari situlah saya mulai mengikuti berbagai seleksinya dan berbagai tahapan-tahapannya dan alhamdulillah saya lolos menjadi salah satu duta kampus di UMMI ini Jadi motivasi terbesar ingin menjadi lebih baik lagi dan mengeksplor diri lebih baik lagi. – Ungkap Melati Fitri Insani.

Pengaruh yang saya rasakan tentunya banyak Saya lebih percaya diri, lebih menjadi positif vibes lagi dan menjadi lebih baik lagi dan saya juga menjadi lebih banyak kenalan baik itu dengan para dosen maupum dengan teman-teman kampus. – Ungkap Melati Fitri Insani.

Dan alasan kenapa saya memilih duta kampus karena kenapa tidak Karena kan dari situ juga saya bisa lebih meningkatkan value, meng upgrade diri dan menjadi lebih baik lagi dan di situ juga merupakan wadah yang sangat positif bagi saya untuk lebih mengembangkan kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi imi – Ungkap Melati Fitri Insani.

Kegiatan yang ada di duta kampus UMMI yaitu menghadiri undangan-undangan seperti undangan yang ada di UMMI terus ada undangan di luar UMMI, di duta genre, dan duta lainnya yang mengundang ke sekitar kampus UMMI dan kegiatan lainnya sebagai tamu untuk kegiatan di UMMI dan dari bidang saya sendiri yaitu bidang literasi yang pasti harus meningkatkan literasi yang ada di UMMI melalui kerjasama dengan perpustakaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yaitu UKM yang ada di Universitas Muhammadiyah Sukabumi. – Ungkap Sinsin Nurhaliza Anugrah.

Motivasi yang pertama pastinya di saat melihat sosialisasi duta kampus yang mempunyai prestasi di situ saya merasa termotivasi apakah dengan menjadi duta kampus, saya akan menjadi mahasiswa yang berprestasi juga Tapi saat ingin memasuki kegiatan duta kampus awalnya saya ragu namun saya mendapat dukungan dari ketua program studi itu menjadi motivasi terbesar saya bahwa terkadang kita memiliki potensi namun potensi tersebut tidak kita lihat atau kadang kita terlalu mementingkan insecure diri kita sendiri – Ungkap Sinsin Nurhaliza Anugerah.

Pengaruh yang dirasakan yang pertama yaitu merasa menjadi sosok yang harus bertangung jawab atas apa yang kita pilih menjadi duta kampus merupakan amanah yang harus di jaga dan amanah yang harus dijalankan juga. Yang kedua saya memiliki rasa untuk terus mengembangkan diri supaya ilmu yang kita dapatkan itu tidak sampai situ saja. – Ungkap Sinsin Nurhaliza Anugrah.

Pertanyaan yang sering saya dengar kenapa harus duta kampus UMMI. Karena duta kampus merupakan passion saya. Dan passion saya di bidang literasi.

“Lawan rasa takut dan rasa malumu tingkatkan kepercayaan dirimu dengan mengikuti duta kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi”. – Melati Fitri Insani.

“Persiapkan masa depan anda pada hari ini. Karena apa yang anda pikirkan pada hari ini akan mendapat besar pada masa depan anda”. – SinsinNurhaliza Anugrah.