Jumat, 16 Februari 2024

Mengenal Sosok Perempuan Tsamara Amany Alatas

 

(Foto: suara.com)

Penulis: Zulfah Mubarokah

Editor: Diva Saputra Ahmad Setiawan

Sukabumi, Suara Perempuan- Nama lengkap adalah Tsamara Amany Alatas. Perempuan yang lahir di Jakarta pada 4 Juni 1996 ini merupakan anak tunggal dari pasangan Muhammad Abdurachman Alatas dan Nabila Zain Ba'abud. Ayahnya adalah seorang pengusaha pertambangan. Dia sudah berstatus sebagai istri, suaminya bernama Ismeth Alatas.

Perempuan keturunan Arab tersebut memiliki prestasi yang luar biasa ketika kuliah. Hanya dalam kurun waktu 3,5 tahun ia menyelesaikan kuliahnya dan meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,86. Ia mengambil jurusan Ilmu Komunikasi (S-1) di Universitas Pramadina. Kemudian, melanjutkan pendidikan S-2 di New York University dengan jurusan studi master bidang Public Policy & Media Studies.

Saat masih berkuliah di Universitas Paramadina, Tsamara sempat menjadi staf magang Gubernur DKI pada Januari-April 2016 untuk membantu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Pada tahun 2016, dan masih di tahun yang sama, Tsamara mampu mendirikan sebuah organisasi Perempuan Politik yang mana hanya berbekal pengalaman tersebut, kemudian diberi jabatan sebagai Ketua DPP bidang eksternal PSI sejak 2017.

Tahun 2019, Tsamara menjadi jubir (juru bicara) pada pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo & Ma'ruf Amin pada Pemilu 2019. Pengalaman Tsamara yang pernah menjadi jubir pasangan Joko Widodo dan KH. Maruf Amin mejadikan Dia mulai dikenal oleh banyak orang. Dan pada tahun yang sama, Tsamara mendaftrakan diri dan maju sebagai calon anggota legislatif dari daerah pemilihan Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan luar negeri.

Melalui akun Twitter Tsamara Amany Alatas , dia mengumumkan keputusannya untuk keluar dari PSI, melepas jabatannya sebagai pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia.

"Per hari tanggal 18 April 2022, saya resmi mengundurkan diri sebagai pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Terima kasih dari hati terdalam saya atas berbagai kesempatan yang sudah diberikan," tulis Tsamara dalam Twitter.

Alasannya adalah karena Tsamara ingin mengeksplorasi potensinya tanpa naungan partai politik. Tsamarapun ingin fokus menyuarakan isu Perempuan lebih banyak lagi dalam organisasi yang didirikan bersama dua rekannya, Nita dan Gaby. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar