Jumat, 24 November 2023

Menjadi Ibu Rumah Tangga Bukan Batasan untuk Perempuan dalam Meningkatkan Pengalaman di Dunia Politik



Penulis: Sulistina, Salwa
Editor: Diva Saputra Ahmad Setiawan, Dhe Liana Futri

Sukabumi, Suara Perempuan - Ibu Siti Hikmah merupakan calon anggota Partai PKS kota Sukabumi di Dapil tiga Kecamatan Gunung Puyuh Warudoyong.

Motivasi yang ibu Siti Hikmah pegang dalam mencalonkan diri menjadi calon anggota dewan memenuhi kuota 30% perempuan dan juga memenuhi  perwakilan perempuan di parlemen wakil rakyat dari perempuan karena baru 7 orang dari 35 kursi jadi dari 30% itu masih jauh dan membutuhkan banyak peran perempuan lagi karena, menurut Ibu Siti Hikmah peran perempuan dalam keanggotaan dewan sangatlah penting (07/11/2023).

Kemudian narasumber menjelaskan kendala-kendala dalam memasuki ranah dewan ini dari sudut pandangan sebagai Ibu rumah tangga, salah satu kendalanya adalah "harus mendapatkan izin dari suami terlebih dahulu karena saya pribadi sudah berumah tangga dan Ada sebuah surat pernyataan yang dimana suami harus menandatangani surat tersebut" (07/11/2023).

Adapun kendala lainnya yaitu harus mempunyai modal untuk dikenal masyarakat salah satunya dengan menjadi aktif di masyarakat. Penanya menanyakan bagaimana cara narasumber mengelola waktu antara menjadi Ibu rumah tangga dan menjadi anggota dewan "Alhamdulillah untuk saat ini anak-anak saya selalu mengikuti kegiatan yang saya ikuti dengan demikian mereka bisa mengerti bahwa Ibunya memiliki kesibukan selain di rumah tangga (07/11/2023).

Pendapat mengenai untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi ujung-ujungnya juga balik dapat kasur."Menurutnya pendidikan adalah suatu hal yang penting baik itu sebagai Ibu rumah tangga ataupun menjadi karir di luar sana" (07/11/2023).

Menjadi anggota dewan adalah menjadi salah satu anggota publik yang mana akan bertemu dengan banyak orang. Bagaimana jika suatu hari bertemu dengan masyarakat perempuan yang mana akan bertanya banyak hal, namun jika kapasitas ilmu dan pengalamannya tidak dimiliki maka itu akan menjadi sebuah kesulitan.

"Narasumber berkata generasi milenial itu adalah salah satu  yang dibutuhkan suaranya untuk pemilihan umum jadi jangan sampai teman-teman yang punya hak suara untuk memilih calon pemimpin 5 tahun kedepan itu tidak mempergunakan hak pilihnya jadi ketika hari H pencoblosan diusakahan untuk datang ke TPS karena suara dari generasi milenial itu sangat dibutuhkan manfaatkan pemilihan pemimpin untuk 5 tahun kedepan" (07/11/2023).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar