Sabtu, 10 Februari 2024

Sobat Perempuan pernah Mendengar Nama Alice Munro? Wah Sini Ketahui Bersama

 

(Foto: theguardian.com)

Penulis: Salwa
Editor: Diva Saputra Ahmad Setiawan

Sukabumi, Suara Perempuan- Ada beberapa orang yang menulis karena ia merasa mempunyai bakat menjadi seorang penulis. Dan yang diperlukan adalah memperbanyak bacaan, belajar cara menulis dan berlatih membuat tulisan yang sesuai dengan aturan, juga berkeinginan untuk menerbitkan karyanya di media cetak. Banyak penulis memulai perjalanan menulis mereka dengan mencatat di sebuah buku harian, kemudian akhirnya keluar dari tradisi dan menulis sesuatu yang lebih substansial, kemudian beralih ke karya yang lebih besar, dan bertahan hingga mereka merasa puas dengan hasil akhirnya.

Alice Munro menulis dengan sangat sederhana, dengan mengangkat tema seputar masalah rumah tangga, suami yang posesif, istri yang jatuh cinta pada pria lain, kematian seorang kekasih di usia senja serta berbagai hal lain yang sangat intens menghadirkan karakter-karakter kaum perempuan dengan sangat kuat di dalamnya. Ketika Munro memenangi penganugerahan Nobel Sastra 2013 lalu (dengan menyisihkan Haruki Murakami) orang-orang telah banyak mengulas tentang bagaimana dia telah menulis banyak kasus-kasus kompleks yang menyeret para perempuan sehingga dia disebut sebagai pejuang kaumnya.

Pengetahuan Alice Munro yang luas tentang perempuan memberi kebebasan untuk menggambarkan mereka dalam setiap ceritanya. Kadang seorang perempuan tua menjadi kesepian setelah suaminya meninggal. Kadang ceritanya tentang seorang perempuan muda yang mengunjungi suaminya di penjara, atau seorang gadis desa yang pemalu, atau seorang tomboi yang sering disangka laki-laki. Alice Munro memberikan suara kepada perempuan untuk menemukan tempatnya dalam pernikahan, kemandirian dalam berkarir di luar rumah, dan dia juga menginginkan keadilan bahwa jika pria bisa seenaknya berselingkuh maka perempuan  juga bisa karena seringkali perempuan terkengkang oleh pernikahan mereka sendiri.

Alice Munro sendiri mengaku meski sibuk dengan suami dan anak, ia selalu menyempatkan diri untuk menulis, dengan dalih tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk menghilangkan rasa bosannya. Dari sinilah Munro memasuki dunia penulisan profesional

Mengingat latar belakang dan budaya di Ontario, maka Munro menyadari bahwa tulisannya sebagai media pembebasan kaumnya. Dia ingin menggerakkan setiap pihak untuk menyadari bahwa perempuan itu ada, hidup dan bernapas.

Alice Munro, ia dikabarkan pensiun dari dunia menulis pada usia 80 tahun. Tetapi, sosoknya telah mewakili negara Kanada untuk bersuara. Meskipun ia tidak mampu menulis satu novel, setiap cerita pendeknya memperlihatkan keutuhan layaknya sebuah novel, dengan tokoh-tokoh yang patut dipelajari dan ditelaah keberadaan mereka. Alice Munro telah menjadi suara universal bagi perempuan, dan karya-karyanya telah dipublikasikan secara luas sejak ia menjadi terkenal pada tahun 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar