Editor: Diva Saputra Ahmad Setiawan
Sukabumi, Suara Perempuan- Memperingati
hari kemerdekaan menjadi momen untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur
ketika memperjuangkan kemerdekaan Bangsa. Pahlawan yang telah berjuang untuk merebut
kembali hak-hak rakyat yang direnggut oleh penjajah. Pahlawan indonesia
memiliki peran penting dalam memperjuangkan kemerdekaan yang telah membentuk
sejarah bangsa. Tidak hanya pahlawan laki-laki saja, pahlawan perempuan juga
ikut berkontribusi untuk Tanah Air Indonesia.
Sejak
zaman penjajahan hingga proklamasi kemerdekaan, banyak sosok perempuan yang
gigih dan berani untuk melawan penjajah. Seperti yang kita ketahui, hidup
sebagai perempuan di zaman tersebut tidak mudah. Begitu berjasanya para pahlawan
perempuan yang telah memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia. Berikut ini enam
sosok dari sekian banyak pahlawan perempuan Indonesia yang jasa-jasanya sangat
berharga bagi bangsa.
(Foto: Kompaspedia)
Sukabumi, Suara Perempuan- Raden
Adjeng Kartini Djojoadhiningrat adalah pahlawan perempuan yang terkenal sebagai
pionir dalam perjuangan emansipasi wanita dan pendidikan perempuan di
Indonesia. Lahir di Jepara pada 21 April 1879, pahlawan perempuan satu ini
begitu gigih memperjuangkan kesetaraan gender serta hak-hak pendidikan bagi perempuan
dan menentang tradisi pembatasan perempuan pada zamannya. Sosoknya juga dikenal
melalui surat-suratnya yang terhimpun dalam buku "Habis Gelap Terbitlah
Terang", yang mana berisi ide-ide revolusioner mengenai perempuan dan
masyarakat.
Kartini bersekolah Europe Lagere School hingga
usia 12 tahun. Kartini mempelajari banyak hal selama bersekolah, salah satunya
adalah bahasa Belanda. Kartini menikah dengan Bupati Rembang, KRM Adipati Ario
Singgih Djojo Adhiningrat pada tahun 1903. Pernikahannya dikaruniai seorang
anak bernama Soesalot Djojoadhiningrat pada 13 September 1904. Empat hari setelah kelahirannya, RA Kartini
meninggal dunia pada 17 September 1904.(Foto: genmuslim.id)
Sukabumi, Suara Perempuan- Cut
Nyak Dien adalah pahlawan perempuan asal Aceh yang lahir pada tahun 1848.
Sosoknya yang tangguh dan pemberani terkenal dalam perang Aceh melawan penjajah
Belanda pada akhir abad ke-19. Ia adalah seorang istri dari panglima perang,
Teuku Umar. Setelah suaminya gugur dalam pertempuran, Cut Nyak Dien melanjutkan
perjuangannya dengan memimpin pasukan perlawanannya dan melawan penjajah dengan
strategi gerilya. Pahlawan perempuan yang gigih dan tegas ini menjadi lambang
semangat rakyat Aceh dalam perlawanan terhadap pennjajah Belanda.
(Foto: Wikipedia)
Sukabumi, Suara Perempuan- Martha
Christina Tiahahu adalah pahlawan perempuan yang berasal dari Maluku. Gadis
muda ini terkenal dengan jasanya yang tangguh dalam Perang Pattimura. Martha
Christina Tiahahu adalah anak dari Kapitan Paulus Tiahahu yang membantu Thomas
Matulessy dalam perang tersebut. Remaja berusia 17 tahun ini lahir pada 4
Januari 1800 dan meninggal pada 2 Januari 1818 di Kapal Perang Everste karena
sakit. Kemudian, jasadnya diluncurkan ke Laut Banda, tepatnya di antara Pulau
Buru dan Pulau Manipa. Perjuangan Martha Christina Tiahahu yang pantang menyerah
menjadi inspirasi bagi pasukan dan rakyat Maluku dalam mempertahankan tanah
air.

(Foto: ikpni.or.id)
Sukabumi, Suara Perempuan- Maria
Walanda Maramis adalah sosok pahlawan perempuan yang terkenal dikenal karena
perjuangannya dalam bidang pendidikan dan sosial. Wanita kelahiran 1 Desember
1872, Kema, Minahasa, Sulawesi Utara ini gigih berusaha untuk mengembangkan
keadaan wanita di Indonesia di awal abad ke-20. Maria berhasil memperjuangkan
hak wanita untuk menjadi wakil-wakil dalam badan perwakilan Minahasa Read,
sebuah badan perwakilan di Minahasa yang saat itu hanya laki-laki saja yang
boleh menjadi anggotanya.
Selain
itu, ia bersama dengan beberapa orang lainnya mendirikan PIKAT (Percintaan Ibu
Kepada Anak Temurunannya), yaitu organisasi yang bertujuan untuk mendidik
wanita ntuk menjalani peranan mereka sebagai pengasuh keluarga. Hingga saat
ini, jasa Ibu Maria masih dikenang dan tanggal 1 Desember diperingati sebagai
Hari Ibu Maria Walanda Maramis oleh masyarakat Minahasa.
(Foto: Wikipedia)
Sukabumi, Suara Perempuan- Lahir
pada 5 Februari 1923, Fatmawati merupakan salah satu pahlawan revolusi wanita.
Fatmawati adalah Ibu Negara Indonesia pertama yang menjabat dari tahun 1945
hingga 1967. Sebagai istri dari Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Fatmawati
turut mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sosoknya terkenal sebagai
penjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan di Pegangsaan 56. Setelah
kemerdekaan, istri ketiga Soekarno ini turut terlibat dalam kegiatan sosial dan
kemanusiaan.
(Foto: edura.unj.ac.id)
Sukabumi, Suara Perempuan- Dewi
Sartika adalah tokoh pahlawan nasional yang berperan penting dalam pendidikan
dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Raden Dewi Sartika adalah anak dari
keluarga Sunda ternama, yaitu Raden Rangga Somanegara dan R.A. Rajapermas dari
Cicalengka. Pahlawan yang lahir pada 4 Desember 1948 ini bercita-cita untuk
mendirikan sekolah yang layak bagi perempuan. Ia pun meminta restu Bupati
Martanegara untuk mendirikan sekolah yang dikhususkan untuk gadis remaja.
Akhirnya, pada 16 Januari 1904, berdiri Sakola pertama kali dibuka di Pendopo
Kabupaten Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar