Sabtu, 17 Februari 2024

Laksmi Pamuntjak

 

(Foto: haibunda.com)

Penulis: Diva Saputra Ahmad Setiawan
Editor: Zulfah Mubarokah

Sukabumi, Suara Perempuan- Penulis berdarah Minangkabau, Sumatera Barat ini memiliki bakat menulis yang menurut dari kakeknya, Kasuma Sutan Pamuntjak.

Laksmi Pamuntjak memulai karier di dunia kepenulisan dengan menulis tentang kuliner pada 2001. tulisannya kala itu yakni "The Jakarta Good Food Guide 2001". Setelah itu ia mulai merambah ke tulisan fiksi.

Karya fiksi yang ditulis pertama yakni berbentuk cerpen dengan judul "There Are Tears and Things: Collected Poetry and Prose".

Kemampuan menulis Laksmi semakin hari semakin memukau. Pada 2012 ia menerbitkan novel berjudul "Amba" Novel tersebut berhasil mengantarkan dirinya untuk meraih penghargaan bergengsi dari Liberaturpreis di Jerman pada 2016, Tidak hanya itu novel "Amba" juga diterbitkan dalam bahasa inggris dengan "The Question of Red" dan terbit dalam bahasa Jerman dengan judul "Alle Farben Rot". Laksmi Pamuntjak semakin populer setela ia merilis novel "Aruma, dan "Lidahnya" pada tahun 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar