(Foto: Canva)
Peringatan
ini mulai dirayakan sejak 1985. Dikutip dari Brevard Health, peringatan ini pertama kali dilakukan oleh American Cancer Society yang bekerja sama dengan Imperial Chemical Industries sekarang sudah menjadi bagian dari AstraZeneca yang memproduksi obat-obatan
anti-kanker.
Pada tahun
1992 munhculah istilah “Pink Ribbon” atau pita pink yang digunakan sebagai simbol
Peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia. Ide ini dipopulerkan oleh perusahaan
kosmetik Estee Lauder yang waktu membagikan 1,5 juta pita pink kepada
masyarakat untuk memperingati momen tersebut.
Dilansir dari
situs resmi Kementerian Kesehatan RI, data Globocan
pada 2020 mencatat terdapat 68.858 kasus kanker payudara atau setara 16,6% dari
total 396.914 kasus kanker di Indonesia. Tidak berhenti disitu, angka
kematiannya pun cukup masif, mencapai 22 ribu jiwa kasus. Selain itu pada akhir
tahun 2020, terdapat 7,8 juta wanita hidup yang didiagnosis menderita kanker
payudara dalam 5 tahun terakhir, menjadikannya kanker paling umum di dunia.
Kanker payudara terjadi di setiap negara di dunia pada wanita usia berapa pun
setelah masa pubertas, namun angka kejadiannya meningkat di kemudian hari.
Kematian
akibat kanker payudara tidak banyak berubah sejak tahun 1930 hingga tahun 1970
ketika pembedahan saja merupakan cara pengobatan utama. Peningkatan angka
kelangsungan hidup dimulai pada tahun 1990an ketika negara-negara menetapkan
program deteksi dini kanker payudara yang dikaitkan dengan program pengobatan
komprehensif termasuk terapi medis yang efektif.
Rata-rata
pengidap kanker payudara ini tutup usia di antara 45-55 tahun. Bahkan, 1 dari 8
wanita disebut memiliki kemungkinan terpapar kanker payudara. Beberapa faktor
yang biasanya ditemukan pada pengidap kanker payudara adalah berusia antara
45-60 tahun, berjenis kelamin wanita, memiliki riwayat penyakit payudara,
terdapat anggota keluarga yang pernah mengidap kanker, dan mengalami obesitas
setelah menopause.
Dengan adanya peringatan ini diharapkan bisa membuka mata semua wanita untuk periksa secara rutin dan menjauhi pola hidup yang tidak sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar